Ayo Bangkit sobat..!!!!!

Peranan Berfikir Logis dalam Penulisan Ilmiah

Berpikir secara logis adalah berpikir tepat dan benar yang memerlukan kerja otak dan akal sesuai dengan ilmu-ilmu logika. Setiap apa yang akan diperbuat hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang ada. Berpikir secara logis selain memikirkan diri kita sendiri juga harus memperhatikan lingkungan, serta berpikir tentang akibat yang tidak terbawa emosi.

Berpikir ilmiah menjadi titik tolak karya ilmiah dan perkembangan kegiatan ilmiah yang didalamnya memuat proses berpikir ilmiah. Dalam proses berpikir ilmiah, terdapat dua logika yang memiliki pola berbeda, yaitu logika berpikir deduktif dan induktif.

  • Berpikir deduktif

    Berpikir deduktif didasarkan pada logika deduktif dimana kesimpulan ditarik dari pernyataan umum menuju pernyataan khusus menggunakan penalaran. Hasil berpikir deduktif dapat digunakan untuk menyusun hipotesis untuk selanjutnya diadakan pembuktian atas hipotesis melalui analisa dan penalaran.

  • Berpikir induktif

    Berpikir induktif merupakan satu langkah pengambilan kesimpulan yang dimulai dari fakta khusus menuju kesimpulan bersifat umum. Langkah berpikir induktif dimulai dari pengamatan lapangan, penyusunan hasil pengamatan, pengujian data, dan penarikan kesimpulann. Pengujian hipotesis tidak melalui pengkajian teori akan tetapi melalui kajian data lapangan.

Gabungan kedua cara berpikir tersebut disebut metode ilmiah yang pada akhirnya ditujukan untuk menghasilkan pengetahuan ilmiah. Berpikir ilmiah adalah gabungan berpikir deduktif dan induktif.

Dalam perspektif disiplin ilmu bahasa atau linguistik, kedua logika berpikir tersebut secara aktif diterapkan berdasarkan pada objek dan tujuan kajian. Jika tujuan suatu kajian bahasa adalah deskriptif maka logika berpikir induktif yang digunakan, akan tetapi jika diarahkan untuk kajian yang bersifat preskriptif maka logika deduktif yang diterapkan

Peranan berfikir logis juga hal yang utama dalam membuat penulisan ilmiah, karena penulisan ilmiah dibuat dengan tujuan untuk melatih para mahasiswa untuk dapat menguraikan dan membahas suatu permasalahan secara ilmiah dan dapat menuangkannya secara teoritis, jelas dan sistematis.

Dalam penulisan ilmiah kita harus mempunyai satu topic permasalahan yang harus dipecahkan dan ditemukan solusinya berdasarkan dari uji coba penelitian ilmiah yang dibutuhkan dalam membuat suatu penulisan ilmiah. Dan mempunyai pokok permasalahan yang jelas dan harus dipecahkan berdasarkan fakta yang telah di uji coba secara ilmiah yang dibutuhkan dalam membuat penulisan ilmiah, sebagai contoh permasalahan dalam melakukan proses transaksi secara cepat dan menghemat waktu serta secara aman. Dalam penulisan ilmiah permasalahan itu bisa diangkat sebagai topic untuk di teliti dan mencari jalan keluarnya secara logis yang dapat dimengerti oleh semua kalangan orang.

Isi dan materi dalam penulisan ilmiah juga diharapkan dapat memenuhi aspek-aspek seperti relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan, mempunyai pokok permasalahan yang jelas, dan masalah yang dibatasi sesempit mungkin.

Peranan berfikir logis dalam penulisan ilmiah dituangkan pada bagian Bab 1 latar belakang masalah dimana topic yang diambil mempunyai suatu permasalahan yang sedang diteliti dan harus dipecahkan, setelah itu ada bagian batasan masalah dimana menjelaskan kelebihan dan kekurangan dalam memecahkan masalah yang telah dijelaskan pada bagian latar belakang masalah, serta bagian tujuan penulisan yang menjelaskan tentang tujuan masalah tersebut untuk dipecahkan

Selain dalam Bab pertama berfikir secara logis pun kembali berperan dalam Bab ke dua yaitu masalah pembuatan program/aplikasi, dimana dalam pembuatan program dibutuhkan kecerdasan dan pemahaman khusus untuk menguasai bahasa pemrograman yang alur demi alur logikanya dapat berjalan, jika logikanya sudah tidak benar maka program pun tidak akan selesai dengan yang diharapkan. Diagram flow adalah contoh yang sangat nyata yang membutuhkan berfikir secara logika. Diagram flow dibuat untuk menentukan alur berjalannya program, biasanya diagram flow ini dibuat terlebih dahulu sebelum membuat program yang memecahkan suatu permasalahan yang dibahas dalam penulisan ilmiah.

Daftar pustaka

Peranan Berfikir Logis dalam Penulisan Ilmiah

Berpikir secara logis adalah berpikir tepat dan benar yang memerlukan kerja otak dan akal sesuai dengan ilmu-ilmu logika. Setiap apa yang akan diperbuat hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang ada. Berpikir secara logis selain memikirkan diri kita sendiri juga harus memperhatikan lingkungan, serta berpikir tentang akibat yang tidak terbawa emosi.

Berpikir ilmiah menjadi titik tolak karya ilmiah dan perkembangan kegiatan ilmiah yang didalamnya memuat proses berpikir ilmiah. Dalam proses berpikir ilmiah, terdapat dua logika yang memiliki pola berbeda, yaitu logika berpikir deduktif dan induktif.

  • Berpikir deduktif

    Berpikir deduktif didasarkan pada logika deduktif dimana kesimpulan ditarik dari pernyataan umum menuju pernyataan khusus menggunakan penalaran. Hasil berpikir deduktif dapat digunakan untuk menyusun hipotesis untuk selanjutnya diadakan pembuktian atas hipotesis melalui analisa dan penalaran.

  • Berpikir induktif

    Berpikir induktif merupakan satu langkah pengambilan kesimpulan yang dimulai dari fakta khusus menuju kesimpulan bersifat umum. Langkah berpikir induktif dimulai dari pengamatan lapangan, penyusunan hasil pengamatan, pengujian data, dan penarikan kesimpulann. Pengujian hipotesis tidak melalui pengkajian teori akan tetapi melalui kajian data lapangan.

Gabungan kedua cara berpikir tersebut disebut metode ilmiah yang pada akhirnya ditujukan untuk menghasilkan pengetahuan ilmiah. Berpikir ilmiah adalah gabungan berpikir deduktif dan induktif.

Dalam perspektif disiplin ilmu bahasa atau linguistik, kedua logika berpikir tersebut secara aktif diterapkan berdasarkan pada objek dan tujuan kajian. Jika tujuan suatu kajian bahasa adalah deskriptif maka logika berpikir induktif yang digunakan, akan tetapi jika diarahkan untuk kajian yang bersifat preskriptif maka logika deduktif yang diterapkan

Peranan berfikir logis juga hal yang utama dalam membuat penulisan ilmiah, karena penulisan ilmiah dibuat dengan tujuan untuk melatih para mahasiswa untuk dapat menguraikan dan membahas suatu permasalahan secara ilmiah dan dapat menuangkannya secara teoritis, jelas dan sistematis.

Dalam penulisan ilmiah kita harus mempunyai satu topic permasalahan yang harus dipecahkan dan ditemukan solusinya berdasarkan dari uji coba penelitian ilmiah yang dibutuhkan dalam membuat suatu penulisan ilmiah. Dan mempunyai pokok permasalahan yang jelas dan harus dipecahkan berdasarkan fakta yang telah di uji coba secara ilmiah yang dibutuhkan dalam membuat penulisan ilmiah, sebagai contoh permasalahan dalam melakukan proses transaksi secara cepat dan menghemat waktu serta secara aman. Dalam penulisan ilmiah permasalahan itu bisa diangkat sebagai topic untuk di teliti dan mencari jalan keluarnya secara logis yang dapat dimengerti oleh semua kalangan orang.

Isi dan materi dalam penulisan ilmiah juga diharapkan dapat memenuhi aspek-aspek seperti relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan, mempunyai pokok permasalahan yang jelas, dan masalah yang dibatasi sesempit mungkin.

Peranan berfikir logis dalam penulisan ilmiah dituangkan pada bagian Bab 1 latar belakang masalah dimana topic yang diambil mempunyai suatu permasalahan yang sedang diteliti dan harus dipecahkan, setelah itu ada bagian batasan masalah dimana menjelaskan kelebihan dan kekurangan dalam memecahkan masalah yang telah dijelaskan pada bagian latar belakang masalah, serta bagian tujuan penulisan yang menjelaskan tentang tujuan masalah tersebut untuk dipecahkan

Selain dalam Bab pertama berfikir secara logis pun kembali berperan dalam Bab ke dua yaitu masalah pembuatan program/aplikasi, dimana dalam pembuatan program dibutuhkan kecerdasan dan pemahaman khusus untuk menguasai bahasa pemrograman yang alur demi alur logikanya dapat berjalan, jika logikanya sudah tidak benar maka program pun tidak akan selesai dengan yang diharapkan. Diagram flow adalah contoh yang sangat nyata yang membutuhkan berfikir secara logika. Diagram flow dibuat untuk menentukan alur berjalannya program, biasanya diagram flow ini dibuat terlebih dahulu sebelum membuat program yang memecahkan suatu permasalahan yang dibahas dalam penulisan ilmiah.

Daftar pustaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s