Ayo Bangkit sobat..!!!!!

Terbaru

SYSTEM CONTEXT-AWARE

istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

ada Tiga hal yang menjadi perhatian dalam  sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

1. The acquisition of context

Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

2. The abstraction and understanding of context

Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

3. Application behaviour based on the recognized context

Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

LINGKUNGAN KOMPUTASI

Sebelum membahas apa itu ligkungan komputasi saya akan membahas apa itu komputasi. Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini yang disebut dengan teori komputasi, suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ini, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas yang dalam perhitungannya terkadang dibantu dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer.

Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu dalam penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan agar lebih mudah biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

Nah dizaman sekarang ini ilmu komputasi sering digunakan dalam berbagai lingkungan dimana dalam suatu lingkungan tersebut menggunakan system computer yang dalam melakukan kegiatan untuk membantu atau memecahkan suatu masalah lingkungan tersebutlah yang dinamakan Lingkungan komputasi. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu :

  • KOMPUTASI TRADISIONAL: Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja ( desktop ) untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak jelas lagi.
  • KOMPUTASI BERBASIS JARINGAN: Komputasi berbasis jaringan menyediakan fasilitas pengaksesan data yang luas oleh berbagai perangkat elektronik. Akses tersedia asalkan perangkat elektronik itu terhubung dalam jaringan, baik dengan kabel maupun nirkabel.
  • KOMPUTASI EMBEDDED
  • DAN KOMPUTASI GRID

 

KEBUTUHAN MIDDLEWARE

Pengertian Middleware

Pengertian Middleware adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi. Software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah yaitu :

  1. Software penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan juga sebagai integrator.
  2. Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.

Sejarah Perkembangan Middleware

Walaupun tidak terlalu populer, middleware bukanlah sebuah barang baru dalam dunia teknologi informasi. Middleware jarang dikenali karena posisinya yang ‘transparan’ dalam sebuahsistem, yang membuat orang dapat lebih melihat keseluruhan sistem itu sendiri, tanpa harus perduli dengan aliran data yang dibungkus oleh sistem middleware.

Pada masa awal, middleware masih terbatas pada fungsi file transfer sederhana dan teknologi batch processing. Dengan berkembangnya teknologi integrasi antar aplikasi pada lingkungan bersistem operasi Unix, penggunaan socket dan pipe merupakan jembatan antar program untuk berinteraksi. Pada akhir 1980-an, penggunaan RPC (Remote Procedure Call) menjadi trend dalam komunikasi baik antar program dalam mesin yang sama maupun antar mesin. Perkembangan selanjutnya antara lain berupa middleware berorientasi message yang mendukung antrian pesan (message queuing), dan dengan menggunakan model publish-subscribe, push, bahkan distributed object untuk real-time enterprise. Sejumlah kelompok besar juga menyediakan infrastruktur untuk middleware. Sebagai contoh, OMG (Object Management Group) menyediakan CORBA, dan Microsoft menyediakan DCOM.

Middleware Saat Ini

Middleware tersedia untuk berbagai platform, dengan berbagai jenis. Jenis middleware yang umum dikembangkan saat ini dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar, yaitu homegrown, yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan internal organisasi, model RPC/ORB (Remote Procedure Call/Object Request Broker), Pub/Sub (Publication/Subscription), Message Queuing, dan TP (Transaction Processing) Monitor.

Di Linux, banyak perusahaan besar seperti IBM, BEA, dan Schlumberger yang sedang dan sudah mengerjakan berbagai system middleware. Salah satu produk middleware IBM untuk platform Linux adalah BlueDrekar™. BlueDrekar™ adalah middleware berbasis spesifikasi Bluetooth™ untuk koneksi peralatan wireless di lingkungan rumah dan kantor. Produk middleware ini menyediakan protocol stack dan berbagai API (Application Programming Interfaces) yang dibutuhkan aplikasi berbasis jaringan. Diharapkan adanya BlueDrekar™ di Linux ini akan mempercepat pertumbuhan aplikasi dan peralatan berbasis Bluetooth™. Contoh lain, BEA Tuxedo™ dari BEA System, sebuah middleware transaction processing monitor yang juga mendukung model ORB, tersedia untuk berbagai platform, termasuk RedHat Linux. BEA Tuxedo memungkinkan kombinasi pengembangan aplikasi dengan model CORBA dan ATMI (Application-to-Transaction Monitor Interface). Sebuah aplikasi yang dibuat untuk Tuxedo dapat berjalan pada platform apapun yang ditunjang oleh BEA tanpa perlu modifikasi dalam kode aplikasinya. Dalam bidang kartu magnetis (smart cards), Schlumberger adalah salah satu pengembang dan produsen CAC (Common Access Card) dan middleware CAC-nya. Produk middleware ini yang diberi nama CACTUS (Common Access Card Trusted User Suite), dapat berjalan di atas Linux. memberi kemampuan koneksi pada level aplikasi ke kartu magnetis dan fungsi-fungsi kriptografis. ShaoLin Aptus adalah sebuah middleware untuk Linux, yang mengubah jaringan PC menjadi sebuah arsitektur jaringan komputer yang bersifat ‘fit client‘. Produk yang memenangkan ‘IT Excellence Awards 2002’ di Hong Kong ini, mengembangkan k o n s e p ‘ t h i n c l i e nt’ dengan memperbolehkan komputasi berbasis client. Shaolin Aptus membuat banyak klien dapat menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang tersimpan di server melalui LAN secara transparan.

 

Middleware di masa yang akan datang

Saat ini, hampir seluruh aplikasi terdistribusi dibangun dengan menggunakan middleware. Menurut IDC, sepanjang 2003, kebutuhan terhadap teknologi middleware akan naik di berbagai segmen, termasuk juga Linux. Terlebih, Linux memiliki juga potensi untuk berkembang menjadi sistem operasi untuk embedded systems. Dengan prediksi pasar embedded sytems mencapai $1.4 milliar di tahun 2006 dan laju pertumbuhan per tahun (CAGR) 18.6 persen (laporan IDC 2003), kebutuhan middleware sebagai penghubung beragam sistem akan meningkat. Masih menurut IDC, perkembangan segmen middleware terbesar akan terjadi dalam alat yang membantu system manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.

 

MANAJEMEN DATA TELEMATIKA

PENGERTIAN CLIENT-SERVER

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

KARAKTERISTIK CLIENT-SERVER

Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas sebagai berikut:

  • Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda
  • Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .
  • Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
  • Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
  • Mix-and-match : tidak tergantung pada platform
  • Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
  • Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
  • Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horizontal
  • Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.
  • Characteristics of a client

– Initiates requests
– Waits for and receives replies
– Usually connects to a small number of servers at one time
– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface

  • Characteristics of a server

– Passive (slave)
– Waits for requests from clients
–Upon receipt of requests, processes them and then serves replies
– Usually accepts connections from a large number of clients
– Typically does not interact directly with end-users

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER

  • Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
  • Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
  • Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
  • Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
  • Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

KELEMAHAN CLIENT-SERVER

  • Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.

–        Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.

  • Pada client-server, ada kemungkinan server fail.

–        Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

ARSITEKTUR CLIENT/SERVER

ð     Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC

ð     Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri

ð     Berbagi hardware atau software

ARSITEKTUR FILE SERVER

ð     Model pertama Client/Server

ð     Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation

ð     Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan

ð     Server bertindak sebagai file server

ð     File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.

ð     Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri

ð     DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server

ð     Aktivitas pada klien:

ð     Meminta data

ð     Meminta penguncian data

ð     Tanggapan dari klien :
— Memberikan data
— Mengunci data dan memberikan statusnya

BATASAN FILE SERVER

ð     Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan.

ð     Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori.

ð     Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus.

ð     Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer.

ARSITEKTUR DATABASE SERVER

ð     Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).

ð     Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.

ð     Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi

ð     Beban jaringan menjadi berkurang.

ð     Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server.

ð     Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture.

APPLICATION ARCHITECTURES

–         Two-tier architecture, Contoh : program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database.

–         Three-tier architecture, Contoh : aplikasi berbasis Web.

Contoh Two-Tier Architecture :

Contoh Three-Tier Architecture :


Arsitektur Three-Tier

–         Melibatkan lapisan server yang lain selain lapisan database server.

Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :

ð     Keluwesan teknologi

ð     Mudah untuk mengubah DBMS engine

ð     Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda

ð     Biaya jangka panjang yang rendah

ð     Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan

ð     Keunggulan kompetitif

ð     Kekampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam:

ð     Web Statis

ð     Web Dinamis

Teknologi Web

Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :

  1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
  2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien :

  1. Kontrol Active X
  2. Java applet
  3. Client-side script (JavaScript dan VBScript)
  4. DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :

ð     CGI

ð     FastCGI

ð     Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)

ð     Active Server Pages (ASP)

ð     Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets

ð     Server-side JavaScript

ð     PHP

TELEMATICS SERVICE

Layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data merupakan layanan yang termasuk ke dalam layanan telematika.

Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:

  • Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
  • Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
  • Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

contoh telematics service

Tidak dapat dipungkiri bahwa seperti halnya infrastruktur transportasi, jalan, dan listrik, teknologi telematika yang merupakan konvergensi dari telekomunikasi, teknologi informasi dan penyiaran memungkinkan terlaksananya aktivitas perekonomian dan sosial kemasyarakatan dengan lebih baik. Meski kontribusi sektor telematika dalam Pendapatan Nasional belum cukup signifikan, hanya sebesar 5.1% utuk tahun 2000 dan 5.8% untuk tahun 2001 namun dengan tersedianya infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informasi, sesungguhnya membantu aktivitas perekonomian, pendidikan, pemerintahan dan aktivitas di sektor lain untuk dapat lebih cepat berputar, lebih efisien berproses dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan di sektor lain selain telekomunikasi dan informasi

Dsni terdapat contoh-contoh dari layanan telematika, antara lain:

  1. Layanan telematika di bidang informasi
    Dalam layanan ini telematika menyatukan system komunikasi dengan kendaran seperti mobil untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Ada beberapa contoh pelayanan informasi seperti:
    – Jasa pelayanan internet
    – Informasi lalu lintas terbaru
    -Telematik terminal
  2. Layanan Keamanan
    Layanan telematika yang kedua adalah layanan keamanan. Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
  3. Layanan Context-Aware dan Event-base
    Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
    context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

NB Sumber :



INTERFACE TELEMATIKA

Hal yang didapat dari telematika

Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. kata TELEMATIKA sendiri berasal dari istilah dalam bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi.  Saat ini telematika sangat pesat perkembangannya di Indonesia apalagi di luar negeri perkembangannya lebih pesat contohnya dalam hal internet maupun HP (seperti yang telah saya bahas di Perbedaan perkembangan telematika di Indonesia dengan Negara lain) mereka adalah pelopornya.

 

Dengan adanya telematika banyak sekali manfaat dan efeknya. contoh manfaatnya dengan adanya telematika semua hal menjadi mudah dan cepat, seperti dalam mengirim surat jika dahulu kita hanya menggunakan jasa kantor post dan memerlukan waktu berminggu-minggu, sekarang kita dapat menirim surat atau pesan dengan menggunakan email ataupun sms lewat HP dan waktu sampainya tidak harus menunggu berminggu-minggu. sedangkanEfeknya adalah membuat semua Negara untuk berlomba-lomba menghasilkan sesuatu hal yang baru dalam hal telematika untuk tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi yang berkembang.